Jejak peradaban Sriwijaya di Cengal, Sumatera Selatan,
Jejak peradaban Sriwijaya di Cengal, Sumatera Selatan, terutama terpusat di Teluk Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang diidentifikasi sebagai pelabuhan Sriwijaya pada abad ke-7 hingga ke-9 Masehi. Bukti arkeologis menunjukkan adanya jaringan sungai kuno dan bekas pemukiman manusia di daerah tersebut, serta penemuan berbagai artefak seperti tiang-tiang rumah dan artefak logam. Keberadaan Cengal sebagai pelabuhan dan pusat permukiman penting bagi Sriwijaya didukung oleh lokasinya yang strategis di persimpangan jalur pelayaran dan hubungannya dengan daerah pedalaman melalui sungai-sungai.
Lokasi Strategis:
- Teluk Cengal terletak di pantai timur Sumatera Selatan, tepatnya di persimpangan antara jalur pelayaran Selat Bangka dengan Selat Sunda dan Laut Jawa.
- Posisi geografis ini menjadikannya lokasi yang ideal untuk sebuah bandar pelabuhan penting bagi Kerajaan Sriwijaya, yang memfasilitasi kegiatan perdagangan dan pelayaran global.
Bukti Arkeologis:
- Di wilayah Teluk Cengal, ditemukan jaringan sungai-sungai kuno yang saling terkait dan bermuara di Selat Bangka, seperti Sungai Lumpur, Sungai Langipi, dan Sungai Jeruju. Jaringan ini sangat penting dalam sejarah Sriwijaya sebagai jalur transportasi dan perdagangan.
- Di sekitar aliran sungai-sungai tersebut, terdapat bekas permukiman Sriwijaya yang ditandai dengan temuan tiang-tiang rumah kuno di kedalaman tanah.
- Penelitian arkeologis menemukan berbagai artefak, termasuk tiang-tiang rumah, yang menunjukkan aktivitas peradaban masa Sriwijaya.
Signifikansi Cengal bagi Sriwijaya:
- Sebagai bandar pelabuhan penting, Cengal menjadi titik pusat aktivitas perdagangan, tempat para pedagang dari berbagai negara singgah untuk melakukan transaksi komoditas.
- Kawasan ini juga berfungsi sebagai pusat permukiman masyarakat Sriwijaya dan mungkin menjadi bagian dari jaringan permukiman yang lebih luas di wilayah pesisir timur Sumatera Selatan.
Potensi dan Tantangan:
- Wilayah Cengal menyimpan potensi besar untuk penelitian lebih lanjut mengenai sejarah dan peradaban Sriwijaya, namun keberadaan situs-situs sejarahnya menghadapi ancaman dari kebakaran lahan, penggalian liar, dan konversi lahan untuk perkebunan.
Cengal inilah yang diduga nama lain Gangal yang Airnya Berbalik (Sunsang) pada Prasasti Tanjore. Gangal dan Sunsang keduanya di pesisir timur sumatera selatan berhampiran dengan selat bangka.
Didalam Prasasti Tanjore disebut sebagai Gerbang Kemakmuran Sriwijaya.








Komentar
Posting Komentar