Sultan Sulaiman, Sultan Kerajaan Johor-Riau menyerahkan Siak kepada Belanda
14 Desember 1745 – Pada tahun 1745, Sultan Sulaiman, Sultan Kerajaan Johor-Riau menyerahkan Siak kepada Belanda. Menyerah itu sebagai balasan kepada Belanda yang akan membantu Sultan Sulaiman melawan musuh-musuhnya, yaitu Bugis.
Tindakan orang bugis menguasai bidang ekonomi dan juga politik di negara-negara Melayu menimbulkan rasa tidak puas di kalangan orang Melayu dan Belanda. Dengan berbasis di Selangor maka pengaruh Bugis mulai menyebar ke Kedah dan Perak.
Sadar akan situasi, Sultan Sulaiman mengalihkan perhatian ke pihak Belanda yang pastinya terbiasa membuat perjanjian dengan pemerintah Johor. Pada saat yang sama, Sultan Sulaiman sendiri berhutang budi kepada rakyat Bugis yang membantu Baginda merebut kembali tahta kesultanan Johor-Riau. Sebagai imbalan, gelar Ang Di Pertuan Muda Riau diberikan kepada keturunan Bugis.
Namun, tindakan Bugis yang selalu berusaha mempengaruhinya, menimbulkan rasa cemburu di kalangan masyarakat Melayu termasuk Sultan Sulaiman sendiri. Dengan demikian, Sultan Sulaiman tidak punya pilihan lain, selain meminta bantuan Belanda.
Dengan demikian, pada hari ini di tahun 1745, Tuhan menyerahkan Siak kepada Belanda untuk memenuhi kehendak Belanda. Dengan perjanjian tersebut juga, Baginda berjanji untuk meninjau kembali perjanjian yang dibuat dengan Perusahaan Hindia Timur Belanda, memberikan prioritas pada monopoli bijih timah.



Komentar
Posting Komentar