Sambharabhudhara, adalah prasasti sailendra berbahasa melayu. Sambharabhudhara, sriwijaya

Prasasti sojomerto adalah prasasti sailendra berbahasa melayu.

Prasasti anjuk ladang adalah prasasti serangan melayu ke jawa timur.
Jadi jelas, borobudur itu dibangun oleh dinasti sailendra, dinasti budha, bukan dibangun oleh orang jawa, tapi dibangun oleh sailendra dinasti non jawa yg berkuasa atas jawa.
Wangsa Sailendra atau Syailendra (Śailendravamśa) adalah nama wangsa atau dinasti raja-raja yang berkuasa di Kerajaan Medang era Jawa Tengah sejak tahun 752 (DCCLIISebagian besar raja-rajanya adalah penganut dan pelindung agama Buddha Mahayana. Wangsa Sailendra diperkirakan berasal Di samping berasal dari Jawa Tengah, daerah lain seperti Sumatra atau bahkan India dan Kamboja, sempat diajukan sebagai asal mula wangsa ini,



Relief di Borobudur menampilkan raja dan ratu dengan segenap abdi pengiringnya. Adegan keluarga kerajaan seperti ini kemungkinan besar dibuat berdasarkan istana wangsa Sailendra sendiri.





   salah satu peninggalan Wangsa Śailendra.


 Prasasti Awal Kerajaan Sriwijaya.


Prasasti tertua yang menyebut tentang WANUA SRIWIJAYA adalah Prasasti Kedukan Bukit berangka tahun 604 Saka/682 Masehi, ditemukan di sungai Tatang di kaki Bukit Seguntang, Kampung Kedukan Bukit, 35 Ilir Palembang.


Prasasti yang memuat nama Punta Hyang Sri Jaya Nasa sebagai pendiri Kerajaan Sriwijaya serta pembangunan Taman Sriksetra untuk kesejahteraan semua makhluk adalah Prasasti Talang Tuwo berangka tahun 606 Saka/684 Masehi, ditemukan di Talang Tuwo Palembang.


7 Prasasti Persumpahan Kerajaan Sriwijaya :


Satu Prasasti bersifat persumpahan khusus untuk para pejabat yaitu Prasasti Telaga Batu yang memuat tentang persumpahan terhadap Putra Mahkota, Para Anak Raja, Para Pembesar, Panglima Perang, Pemimpin Wilayah, Pembuat Senjata, Pengawas Pekerja, Pedagang, Pembantu Raja, ditemukan di area Kolam Telaga Biru, Situs Telaga Batu, 3 Ilir, Palembang.


Enam prasasti bersifat persumpahan umum :

Prasasti Kota Kapur berangka Tahun 608 Saka/686 Masehi, ditemukan di tepian sungai Selan, Kota Kapur Mendo Barat, Pulau Bangka;

Prasasti Boom Baru, ditemukan di area Pelabuhan Boom Baru Palembang;

Prasasti Karang Berahi, ditemukan di tepian sungai Batang Merangin, Pemenang, Merangin Jambi;

Prasasti Palas Pasema, ditemukan di tepian sungai Way Pisang Lampung Selatan;

Prasasti Bungkuk, ditemukan di tepian sungai Way Sekampung Lampung Timur;

Prasasti Baturaja, ditemukan Hulu Sungai Ogan, Baturaja Sumatera Selatan.









Beladiri asli sriwijaya !!!

Kutau memang asli beladiri melayu palembang bahkan dari zaman sriwijaya abat ke 7 .kuntau ini di gunakan dengan alat perang tombak pedang keris trisula .dan beladiri tangan kosong yang 

Tentu, mari kita bahas tentang kuntau Sriwijaya!

Kuntau Sriwijaya: Warisan Seni Bela Diri Nusantara

Kuntau Sriwijaya adalah salah satu warisan budaya tak benda Indonesia yang sangat berharga. Sebagai bentuk seni bela diri tradisional, kuntau memiliki sejarah panjang yang terjalin erat dengan sejarah Kerajaan Sriwijaya.

Asal-Usul dan Sejarah

 * Kaitan dengan Kerajaan Sriwijaya: Kuntau dipercaya telah berkembang sejak masa Kerajaan Sriwijaya, dimana kebutuhan akan pertahanan diri dan keterampilan bertempur sangat penting.

 * Pengaruh Budaya: Seni bela diri ini dipengaruhi oleh berbagai budaya, termasuk budaya Melayu, India, dan Tionghoa, yang pernah singgah di wilayah Nusantara.

 * Perkembangan: Kuntau terus berkembang dan mengalami adaptasi dari generasi ke generasi, sehingga muncul berbagai aliran dan gaya kuntau yang berbeda-beda.

Karakteristik Kuntau Sriwijaya

 * Gerakan Luwes dan Dinamis: Kuntau menekankan pada gerakan yang luwes, cepat, dan penuh tenaga.

 * Kombinasi Teknik: Teknik kuntau meliputi pukulan, tendangan, kuncian, dan jatuhan.

 * Senjata Tradisional: Selain tangan kosong, kuntau juga menggunakan berbagai senjata tradisional seperti pedang, tongkat, dan keris.

Manfaat Mempelajari Kuntau

 * Kesehatan: Kuntau dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental.

 * Pertahanan Diri: Kuntau mengajarkan cara melindungi diri dari ancaman.

 * Disiplin: Latihan kuntau menanamkan nilai-nilai disiplin dan tanggung jawab.

 * Pelestarian Budaya: Mempelajari kuntau berarti turut melestarikan warisan budaya bangsa.

Aliran-Aliran Kuntau Sriwijaya

Terdapat berbagai aliran kuntau Sriwijaya, masing-masing memiliki ciri khas dan penekanan yang berbeda. Beberapa di antaranya adalah:

 * Kuntau Palembang: Merupakan salah satu aliran kuntau yang paling populer.

 * Kuntau Jambi: Memiliki ciri khas pada penggunaan senjata tradisional.

 * Kuntau Bengkulu: Menggabungkan unsur-unsur bela diri lainnya seperti silat dan pencak silat.

Kuntau Sriwijaya di Masa Kini

Meskipun menghadapi tantangan modernisasi, kuntau Sriwijaya masih terus dilestarikan dan dikembangkan. Banyak perguruan kuntau yang berdiri di berbagai daerah di Indonesia, serta upaya-upaya untuk mempromosikan kuntau ke tingkat internasional.

Ingin Belajar Kuntau?

Jika Anda tertarik untuk mempelajari kuntau Sriwijaya, Anda dapat mencari perguruan kuntau terdekat di daerah Anda. Dengan belajar kuntau, Anda tidak hanya akan menguasai seni bela diri, tetapi juga akan lebih menghargai kekayaan budaya Indonesia


Komentar

Postingan Populer