Pengunaan kata sri dalam nama kerajaan
Ini adalah untuk menjawab klaim bahwa “Sri” tidak lazim dipakai sebagai nama kerajaan pada abad 6–12 M, melainkan untuk vihara atau pusat pembelajaran.” Jadi mari kita cek bukti sejarah:
Contoh kerajaan/entiti abad 6–12 M yang memang guna awalan Sri
1. Śrī Kṣetra (Myanmar, abad 5–9 M)
Kerajaan Pyu yang terkenal.
Nama kerajaan memang bermula dengan Sri.
Lokasi: dekat Prome (Myanmar sekarang).
2. Śrī Laṅkā (Sri Lanka, sebutan sejak abad awal M, berlanjut abad 6–12 M)
Digunakan dalam kronik dan prasasti.
Walaupun nama pulau, ia merujuk terus kepada kerajaan Sinhala di sana.
3. Śrī Danda (India Selatan, abad 9 M, disebut dalam prasasti Chalukya)
Nama wilayah/kerajaan kecil.
4. Śrī Dharmarāja (atau Nagara Śrī Dharmarāja) – Ligor / Nakhon Si Thammarat (Thailand Selatan, abad 8–12 M)
Nama kerajaan Melayu lama di Utara Semenanjung.
5. Śrīvijaya sendiri (Sumatra, abad 7–13 M)
Disebut dalam prasasti Kedukan Bukit, Talang Tuwo, Kota Kapur, Karang Brahi.
Disebut dalam sumber Cina dan catatan I-Tsing.
Jelas sebagai kerajaan dan pusat agama.
Kesimpulan:-
Ada beberapa kerajaan abad 6–12 M yang memang menggunakan awalan Sri. Jadi tidak tepat jika dikatakan Sri tidak lazim untuk nama kerajaan.
Namun benar juga bahawa Sri sering dipakai untuk vihara, istana, atau pusat pembelajaran (Sri Nalanda, Sri Raktamrttika).
Jadi dalam konteks Śrīvijaya, maknanya dua-dua sekaligus:
Sri memberi unsur sakral/keagungan.
Vijaya (kemenangan) memberi nuansa politik/militer.
→ Hasilnya, nama ini sesuai untuk sebuah kerajaan maritim yang juga pusat agama saat itu.


Komentar
Posting Komentar